fishing with the family

Subtitle

Blog

BAB I PENDAHULUAN

Posted by anonymous on October 25, 2009 at 10:50 PM Comments comments (0)

Penjelasan tentang Proses, Procedure dan Material yang digunakan untuk melaksanakan suatu proses produksi kemasan fleksible (Flexible Packaging).

 

1.1. Sistematika.

 

BAB I        : Pendahuluan.

 

BAB II      : Rotogravure.

                   Sekilas pandang tentang rotogravure dan material yang digunakan serta        

                   kelengkapan mesin penunjang.

 

BAB III    : Production Support.

                  Penjelasan mengenai department yang berhubungan langsung dengan  

                  proses produksi.

 

BAB IV     : Proses Produksi.

                   Urutan proses produksi dari proses printing sampai pengiriman.

 

BAB V      : Skema Procedure Penerimaan Order dan Repeat Order.

                   Menggambarkan jalur penerimaan order serta kegiatan yang dilakukan 

                   sampai proses produksi dapat dilaksanakan.

 

BAB VI     : Complaint Handling.

                    Masalah umum yang sering dicomplaint oleh Customer.

 

BAB VII   : Estimasi.

                   Cara-cara membuat kalkulasi harga.

 

Dengan adanya laporan ini, saya berharap dapat membantu para pembaca untuk menambah wawasan mengenai kemasan fleksibel, tapi tidak secara detail hanya secara garis besar mengenai hal-hal yang diperlukan dan digunakan oleh Marketing.

 

 


BAB II ROTOGRAVURE

Posted by anonymous on October 25, 2009 at 9:56 PM Comments comments (0)

2.1. Pengertian Dan Material.

Rotogravure atauFlexible Packaging adalah suatu cara mencetak material film, foil, kertas dsb yang mana material tersebut dikemas dalam bentuk roll dan pada proses cetak menggunakan cylinder sebagai Image Carrier.

 

2.2.  Proses Printing.

1. Cetak Atas ( Surface Print )

Proses cetak dimulai dari warna yang Terang Ke warna yang gelap, pada proses ini material yang digunakan  adalah film,  kertas.

Ciri-ciri cetak atas :   - Tidak perlu laminasi  untuk hasil cetak.

                                      -  Hasil cetak tidak tahan gores/bisa luntur.

                                      -  Warna tidak terlampau jernih.

 

2. Cetak Bawah ( Reverse Print )

Proses cetak dimulai dari warna yang Gelap ke warna yang Terang, pada proses ini material yang digunakan adalah film.

Ciri-ciri cetakbawah :    - Perlu laminasi untuk hasil cetak.

                                          - Hasil cetak  tahan gores, tahan panas, tahan alkalik.

                                          - Warna kelihatan  jernih.

 

Pada rotogravure hasil cetak dari proses printing, proses extrusion coating, proses dry laminasi akan mendapat  Aging Time yaitu waktu tunggu sekitar  24 jam (tergantung Bahan) untuk proses pengeringan tinta atau pengeleman yang baik.

 

Proses tanpa Aging Time :

-        Printing            >>  Tinta + Solvent

-        Extrusion         >>  Seikadyne 4100 + Metanol

 

Proses melalui Aging Time :

-        Printing           >>  Tinta + Hardener+Solvent

-        Extrusion        >>  Seikadyne 2710A +Seikadyne2710B + EA

-        Drylaminasi   >>  Semua proses.

 

2.3.  Mesin.

Untuk menunjang proses produksi, sebuah perusahaan Fleksible Packaging harus memiliki mesin (tergantung kebutuhan dan dana) :

 

A. MesinPrinting                                  : 1 Unit

B. MesinLaminasi                              : 1 Unit Extruder Coating

                                                                 1 Unit Dry Laminasi

C. Mesin Slitter                                    : 2 Unit

D. Mesin Inspection & Rewinding   : 2 Unit

E. Mesin Core Cutter                         : 1 Unit

F. Mesin Bag Making                         : 1 Unit mesin Center Seal, 1 Unit mesin Gusset seal

G. Standpouch                                    : 1 Unit mesin                          

 

2.4. Jenis-jenis Material.

Secara garis besar material yang digunakan untuk kegiatan proses produksi adalah :


 


a. Resin.

-  Anti Oksidant

 

b. Solvent.

-  EA  (Ethyl Acetate)                     : Cepat kering

-  IPA  (Isopropyl Alcohol)            : Sedang

-  MEK (Methyl Ethyl Kethone)    : Sedang

-  BA   (Buthyl Acetate)                 : Lambat Kering

-  Tol   (Toluene)                          : Lambat Kering

-  Metanol   

 

c. Adhesive / Anchor Coating.

1. Untuk proses Extrusion coating (Anchor Coating).

2. Untuk proses Dry Laminasi (Adhesive).

 

d. Tinta.

 

e. Bahan Pembantu.

-  Karton Box, Karton Gelombang         - Pallet.                           - Amplas                     

-  Paper Core, Core Plug                        -OPP Packing Tape     - Kain Lap.

 




BAB III PRODUCTION SUPPORT

Posted by anonymous on October 25, 2009 at 1:09 PM Comments comments (0)

3.1.   Production Planning And Inventori Control (PPIC).

Production Planning and Control adalah suatu bagian yang merencanakan dan mengawasi jalannya proses produksi, mulai dari kebutuhan material produksi, jadwal produksi, proses produksi, stock bahan baku, barang jadi dan delivery.


Referensi PPIC untuk menjadwal produksi adalah berdasarkan PO Customer dan :

-        Teknis artikel yang akan diproduksi.

-        Kesanggupan bagian produksi untuk mengerjakannya.

-        SIP (Standart Instruction Process).

-        Pemesanan material s/d waktu penerimaan.

-        Pemesanan cylinder s/d waktu penerimaan.

-        Colour


Proses produksi yang belum berjalan dapat dilakukan perubahan dengan membuat form Changing Sheet yaitu form yang digunakan untuk membuat perubahan produksi, (umumnya perubahan atas permintaan customer), parameter yang dapat diubah meliputi : 


-   Struktur, Design, Warna, Ukuran.

-   Quantity.

-   Time Delivery.


Parameter-parameter tersebut dapat diubah selama tidak menimbulkan biaya tambahan dan jika ada biaya karena perubahan tersebut maka akan dibebankan ke customer.

 

3.2.  Pembagian Departemen PPC

3.2.a.   Development Order & Cylinder.

Development Order adalah bagian yang bertugas melakukan proses pendalaman terhadap artikel dari customer, meliputi perancangan design, warna, dimensi kemasan, dan proses pembuatannya sehingga dapat di transformasikan dalam bentuk cylinder.


Bagian Cylinder adalah bagian yang bertanggung jawab terhadap pengecekan cylinder (incoming dan proses), perawatan cylinder dan hard chrome cylinder.

 

3.2.b.   Raw Material & Supply.

Bagian yang mengadakan material yang diperlukan untuk kegiatan proses produksi sesuai dengan document pendukung yang didapat mulai dari menyiapkan bahan, menghitung bahan dan membuat PR (Purchase Request).


SPK (Surat Perintah Kerja) untuk bagian produksi meliputi  :                      

-      Nama artikel                             -    Resin, Adhesive.

-      Quantity.                                     -    Jenis tinta.

-      Jumlah bahan.                         -    Nomor SPK

 

3.2.c.   Raw Material Warehouse.

Bagian yang bertugas melakukan material handling terhadap barang-barang digudang :

a.     Penerimaan barang dari supplier.

b.     Penerimaan barang jasa dari pihak ketiga.

c.     Pengeluaran barang.

 

3.2.d.   Scheduling.

Suatu kegiatan yang membuat jadwal produksi (Master Production Schedule).


Teknik penyusunan schedule produksi :

a.  Due Date

     Memprioritaskan pengerjaan suatu artikel dengan melihat tengat waktu pengiriman.

b.  Material.

     Ketersediaan material pendukung seperti film,  tinta,cylinder, dll.

c.  Efisiensi.

     Mengerjakansuatu artikel dengan mengelompokkan artikel dengan komposisi bahan

     sama dalam satu mesin.

d.  Line Balancing.

     Keseimbangan proses yang dilaksanakan mulai dari printing hingga proses bag

     making, dengan  adanya line balancing maka tidak ada mesin yang lowong.

 

3.2.e.   Monitoring.

Suatu kegiatan yang memonitor aktifitas proses produksi dimulai dari gudang material, proses printing, laminasi, slitting, rewind, bag making, dan gudang barang jadi,sehingga didapat pendataan yang benar untuk diteruskan penginputan data kesistem, dengan adanya data-data tersebut akan memberikan informasi yang dibutuhkan seperti, jam kerja suatu proses, penggunaan bahan, hasil akhir proses atau barang in proses, dan waste.


Monitor waste dilakukan dengan membandingkan bahan yang dipakai dari awal hingga akhir suatu proses dikurangi hasil jadi, dengan mengikuti standart toleransi waste yaitu 5% setiapsection.


Pemakaian bahan dibanding dengan hasil jadi yaitu jika didapat pemakaian bahan besar tapi hasil jadi sedikit maka waste besar atau pemakaian bahan sesuai permintaan dan hasil jadi banyak maka waste kecil, karena pemakaian bahan di SPK sudah berada pada standart toleransi waste.

 

3.2.f.   Finished Goods Warehouse.

Proses penerimaan dari hasil produksi berupa barang jadi, stock barang jadi, penanganan barang digudang jadi dan pengiriman barang jadi ke customer.

 

Dengan adanya bagian-bagian yang mengurus setiap kegiatan produksi akan memudahkan  PPIC untuk mengawasi jalannya proses produksi dan penyimpangan yang terjadi dalam satu proses, sehingga PPIC dapat membuat laporan bulanan yaitu :


-        Laporan pengiriman.

-        Laporan Barang jadi masuk gudang.

-        Laporan rencana dan realisasi produksi.

-        Laporan produktivitas proses.

-        Penyebab mesin tidak efisien.

-        Waste produksi.

-        Laporan outstanding job / order.

-        Stock WIP.

-        Stock barang jadi yang belum terkirim.

 

3.3.  Research AndDevelopment.

Suatu bagian yang melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan penelitian, percobaan, dan perbaikan terhadap suatu material produksi dan dilaksanakan secara berkesinambungan terhadap suatu produk untuk mendapatkan suatu kwalitas yang teruji.

 

3.3.a.  Tujuan dari research and development.

-        Memperbaiki kwalitas hasil produksi.

-        Menekan cost produksi.

-        Menambah kegunaan suatu barang.

-        Menciptakan produk baru.

 

3.3.b.  Kegiatan R&D untuk menopang jalannyaproses produksi.

1.  Analisa material baru.

     Analisa bahan baku atau bahan pembantu untuk dapat diketahui kelebihan dan

     kekurangannya dibanding dengan bahan sebelumnya.


2.  Analisa produk yang bermasalah.

     Bagian R&D akan melakukan penelitian, percobaan untuk dapat memberikan  solusi

     yang tepat  terhadap persoalan tsb. Aspek yang perlu dimonitor adalah :

     a.     Material dan komposisi.

     b.     Proses pengerjaan kemasan dicustomer.

     c.      Proses pengerjaan di internal perusahaan.


3.  Pembuatan Sample.

     Prototipe dari kemasan dengan specifikasi yang telah ditentukan  dan akan menjadi

     acuan pada produksi yang sebenarnya.


4. Pembuatan SIP (Standart Instruction Proses), meliputi :

      a. Nama Artikel (Harus Unik)         g. Jenis tinta, urutan warna

      b. Ukuran Akhir                                 h. Suhu resin

      c. Bentuk akhir                                   i. Pemakaian colling roll

      d. Komposisi material                     j. Gambar teknis dan ukuran slitting / bag

      e. Posisi cetak, arah gulungan.    K. Syarat mutu yang diminta customer

       f. Pitch dan UP

  

3.4. Quality Control (QC).

Suatu kegiatan proses  pemeriksaan terhadap bahan baku dan produksi, untuk menjamin suatu hasil produksi dengan mutu yang baik.


3.4.a.   Proses Kegiatan Quality Control.

            1. Quality Control Incoming.

                 Kegiatan pemeriksaan, pengujian pada barang pesanan yang datang  dengan 

                  cara :

                  a. Mengambil sample bahan yang datang  dan dilakukan pengujian.

                       a.1.   Pengujian bahan baku padat :

                                 Cek tebal, gramature, lebar, fisik bahan, transparansi, treatment.

                        a.2.   Pengujian bahan baku cair :

                                  Cek viscositas, solid content tinta, adhesive tinta, fisik bahan baku.

                  b. System pengecekan dengan system Military Standart.

             2. Quality Control Printing.

                  Kegiatan pemeriksaan, pengujian pada proses cetak dengan cara :

                  a. QC Proses awal pemeriksaan  meliputi :

                       -  SIP Printing , SPK.

                       -  Cylinder, Bahan baku.

                  b. QC in proses dan turun roll, pemeriksaan  meliputi:

                       - Hasil warna, pitch, arah gulungan dan register.

                       - Viscositas tinta, design cetak, fisik bahan, adhesive tinta.

                       - Status barang pass atau hold.

            3. Quality Control Laminasi (DL/EC).

                 Kegiatan pemeriksaan, pengujian pada proses laminasi dengan cara :

                 a. QC Proses awal pemeriksaan  meliputi :

                      -  SIP Laminasi , SPK .

                      -  Bahan laminasi (film, resin, kertas,foil).

                      - Posisi urutan bahan pelapis.

                 b. QC in proses dan turun roll, pemeriksaan  meliputi:

                      - Gramature, penampilan fisik laminasi, pitch, Up.

                       - Bonding strength, tingkat putih MB (jika digunakan).

                       - Solid content (khusus DL).

                       - Status barang pass atau hold.

             4. Quality Control Slitting.

                 Proses pemeriksaan dan pengujian  proses slitting dengan cara :

                 a.   QC Proses awal, in proses dan turun roll, pemeriksaan  meliputi :

                       - SIP slitting , SPK.

                       - Arah gulungan, bonding strength, penampilan fisik.

                       - Kesesuaian lebar slitting dengan core.

                       -  Lay out gambar dengan hasil proses slitting.

                       -  Status barang pass atau hold + Nomer Lot.


3.4.b.   Klasifikasi penolakan QC.

             Untuk Incoming material :  

            a.    Status barang diterima.

            b.    Status barang ditolak.

            c.    Status barang diterima sementara.


            Untuk In Proses material :

            a.  Status Hold        : Artikel  masih dapat dikerjakan dengan cara inspeksi

                                                 atau sortasi 100% (Sticker Kuning).

            b.  Status Reject     : Artikel yang harus dimusnahkan dengan data analisa

                                                yang benar (Sticker Merah).

 

  • Dengan alasan yang logis dan jelas, status klasifikasi penolakan QC dapat  dilanggar dengan memberikan Urgent Release.